Senin, 02 Desember 2013

TUGAS KKPI KELAS 4 SEMESTER 7

Diposting oleh Unknown di 15.48 0 komentar



PT. COCA-COLA BOTLLING INDONESIA
 



KOMODITAS PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA

PT. Coca Cola Bottling Indonesia Central Java memproduksi dua jenis minuman yaitu :
a.         Minuman CSD (Berkarbonasi)
Minuman CSD meliputi : Coca Cola , Fanta Strawberry, Fanta Soda Water dan Sprite
b.         Minuman Non Karbonasi
Minuman non karbonasi yang diproduksi oleh PT. CCBI Central Java yaitu Frestea Jasmine.

PENANGANAN QC PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA

Dalam mengantisipasi adanya penyimpangan dalam bahan baku, proses pengolahan maupun produk akhir, PT.CCBI Central Java mempunyai sistem pengendalian dan pengawasan kualitas yang disebut The Coca Cola Quality Sistem (TCCQS) yaitu pengendalian manajement yang memungkinkan perusahaan untuk memperkirakan dan mengendalikan hasil akhir proses. TCCQS dikeluarkan oleh The Coca Cola Company, Atlanta, dan ditangani oleh Departemen Quality Control dan Quality Management System.
Quality Control menangani pengendalian bahan baku, pengendalian mutu proses, pengendalian mutu produk akhir yang mengacu pada standar mutu yang digunakan oleh PT. Coca Cola Botting Indonesia. Teknik pemantauan terhadap pengendalian mutu produk Coca Cola meliputi :
a.       Pemantauan Microbiologi
Teknik ini bertujuan untuk pementauan jumlah microba yang ada, bukan mengidentifikasi jenis microba tersebut pada beverage. Mikroba yang digunakan sebagai dasar pemantauan adalah bakteri, total Coliform, mold, dan yeast. Bakteri biasanya berkembang biak dalam air dan dapat menganggu kesehatan tubuh manusia sehingga harus dipastikan bahwa bakteri ini tidak ada dalam air olahan. Mold dan Yeast berkembang biak dengan baik pada media yang mengandung gula. Selain beverage, dilakukan juga pemantauan mikrobiologi udara diruang proses produksi.
b.      Pemantauan Fisika
Dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik bahan dan produk. Pemeriksaan ini antara lain logo botol, ukuran botol, crown, bau,warna, rasa, pH, turbidity, dan lain-lain.
c.       Pemantauan Kimia
Teknik ini bertujuan untuk mengetahui apakah bahan dan produk setelah dianalisa secara kimia hasilnya telah memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pemeriksaan ini antara lain berupa pemeriksaan total chlorine, alkalinitas, hardness, TDS, logam berat,dan lain-lain.

PENANGANAN LIMBAH PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA

Pengolahan limbah cair PT. CCBI Central Java dilakukan secara kimia, biologi, dan fisika agar tidak membahayakan lingkungan. Hasil pengolahan ini digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Dan sisanya dibuang ke selokan, tentunya sudah dalam keadaan aman dan tidak mencemari. Kegiatan Cleaning dan Small Repair di Unit Pengolahan Air Limbah dilakukan sesuai dengan  schedule maintenance equipment WWTP .
Setiap pengolahan limbah, terdapat pengendalian dan pencegahan terhadap risiko terjepit, terjatuh, kebisingan, kontak dengan bahan kimia, dan lain-lain. Sesuai dengan prosedur identifikasi Risiko dan bahaya K3 PT. CCBI Central Java.
Selama pengolahan terdapat pengendalian dan pencegahan terhadap dampak lingkungan yang ada pada tahapan proses, seperti ceceran bahan kimia, penampungan sisa analisa, pembuangan effluent, penggunaan sumber daya dll. Sesuai dengan prosedur identifikasi aspek dan impak PT.CCBI Central Java.

1.        Pemeriksaan dan Pengujian selama Pengolahan Air Limbah
Analisa lengkap dari influent efluent dilakukan setiap bulan oleh instansi luar sesuai dengan peraturan perundangan dan persyaratan lain.

2.      Sumber Limbah
PT. CCBI hanya memproduksi minuman non alcohol. Bahan bakunya adalah air, konsentrat, gula, CO2 dan material pembantu. Limbahnya dapat dikelompokkan menjadi :
a.    Berdasarkan proses
·      Proses pencucian botol
·      Proses pengisian (filling)
·      Proses Syrup Making
·      Proses Pengolahan Air ( Water Treatment )
·      Proses Sanitasi
·      Utility dan Canteen
·      Kegiatan MR Teknik      
b.    Berdasarkan Asal Limbah dapat dikelompokkan Menjadi :
·      Limbah dari bahan baku
·      Limbah dari bahan produk setengah jadi
·      Limbah dari bahan produk jadi yang terbuang dalam proses
·      Minuman yang tersisa dalam botol yang dicuci
·      Air buangan dari mesin cuci
·      Sisa oli dan grease yang tercecer

3.    Pengoprasian Limbah Cair
a.    Pengolahan secara Kimia dan Fisika
·      Screening
Air limbah dari pabrik dialirkan ke Collector Tank yang dilewatkan screen dijalankan secara kontinyu, yang berguna memisahkan material solid yang lebih besar dari 3 mm particle size. Influent masih banyak bercampur dengan benda – benda asing (sedotan, plastik, oli, crown, kayu, lumpur, dll ) yang dapat mengganggu kerja peralatan secara visual.
·      Collector Tank
Proses awalnya adalah perubahan sifat fisik dari cemaran air limbah yang akan diolah lebih lanjut dengan cara pemisahan padatan tersuspensi menggunakan saringan atau pemisahan dengan pengendapan dan pengapungan, sehingga tanpa mengubah susunan kimia dari influent.
·      Oil Separator
Berguna untuk memisahkan oli yang terbawa oleh air limbah yang berasal dari pabrik ( minyak, lemak, grease, komponen cair jenis minyak). Sampai dengan tahap ini, beban polutan influent secara fisik sudah mulai berkurang sehingga beban pada proses berukutnya lebih optimal.
·      Bak Equalisasi
Berfungsi untuk menyamakan kualitas air limbah sehingga tidak mempunyai fluktuasi kualitas yang besar dan memudahkan pengolahan pada proses selanjutnya.
Karakteristik limbah secara kimia lebih kompleks sifatnya, kemungkinan fluktuasi beban lebih dominan dan bahkan dapat menghambat proses dalam sistem ICEAS ini. Maka dalam proses equalisasi dapat berfungsi untuk mereduksi serta menyamakan sifat kimia dari influent yang diproses.
b.    Pengolahan Secara Biologi dan Fisika
·      ICEAS Tank A atau B ( Degradasi Polutan )
 Proses degradasi polutan secara  biologis berfungsi untuk menghilangkan zat padat koloid yang tidak dapat mengendap. Serta untuk menstabilkan kandungan cemaran organic oleh aktifitas mikroba air. Proses pemecahan zat organic dilakukan oleh organisme fakultatif.
Proses degradasi zat organic terjadi saat senyawa-senyawa fakultatif terbentuk dan bereaksi dengan oksigen menggunakan blower.
Masuknya air buangan ke dalam tangki ICEAS disertai pengadukan massa lumpur agar agar tersebar dan bercampur rata dengan air buangan. Selama pencampuran, terjadi penyerapan partikel-partikel tersuspensi dan senyawa koloid oleh permukaan massa lumpur aktif yang lebih luas dan penyerapan kadar polutan lebih efektif. Karena proses ini meggunakan Extended Aeration System, maka kelebihan terbentuknya sludge dapat diperkecil dengan menentukan waktu tinggal atau retains cycle , aeration 2 jam, setting 1 jam, decant phase 1 jam, atau disesuaikan dengan kondisi yang dikehendaki menurut sludge volume yang terbentuk.
Pada Cycle setting dan Decant phase, fungsi aerator berhenti secara otomatis. Pada tahap ini sludge mengendap dan air yang jernih terpisah keluar melalui decanter.
·      Bak Effluent
Pada Cycle Decant phase di ICEAS Tank air jernih akan mengalir overflow melalui decanter dan menuju bak effluent dengan kuantitas air yang sesuai dengan baku mutu air effluent.  Kemudian dilakukan uji kualitas oleh Eksternal lab setiap bulan. Dua buah water meter dipasang untuk mengetahui jumlah air yang telah diolah dan akan dibuang ke saluran pembuangan tanpa membahayakan lingkungan sekitar. Sebagian air digunakan untuk indicator, dan sebagian lagi untuk diproses lanjut untuk dimanfaatka lagi (Reuse water).
·      Clarifier Tank
Yaitu penampung air effluent yang akan dimanfaatkan kembali. Pada tahap ini, air dari bak effluent dipompa ke Clarifier Tank . diinjeksi larutan Chlorine 5 % dan dilakukan di inlet Clarifier Tank dengan tujuan untuk mengurangi jumlah mikroba. Dan melarutkan warna air effluent (berasal dari sisa tannin teh) agar lebih jernih.
·      Buffer dan Carbon Purifier Tank
Air dari Clarifier Tank di supply ke Buffer Tank, kemudian dipompa ke Carbon Purifier Tank ( berfungsi untuk menghilangkan Chlorine, bau asing dan padatan terlarut)
Dari outlet Carbon Purifier air disupply untuk memenuhi keperluah Cleaning Bottling Room dan dilewatkan Sand Filter untuk memenuhi General utility.
·      Sand Gravitasi
Air Effluent dari bak Effluent dialirkan melalui 2 buah water meter  ke bak Sand Gravitasi yang berguna untuk menyaring padatan terlarut yang masih terikut selama proses dekantasi sehingga air effluent yang dibuang menjadi lebih jernih sesuai baku mutu yang ditetapkan.

HRD dan STANDAR PEGAWAI PERUSAHAAN  PT.COCA-COLA BOTTLING INDONESIA

Human Resources Manager
1)  Bertanggung jawab terhadap penyediaan tenaga kerja yang meliputi penerimaan, penempatan,     pemberhentian pegawai, pengembangan dan kesejahteraan pegawai sesuai dengan kebijakan perusahaan
2)     Bertanggung jawab mengenai masalah kepegawaian (recruitment, industrial relation, payroll gaji).
3)     Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar, lembaga-lembaga dan instansi pemerintah.
PT. CCBI Semarang mempekerjakan tenaga kerja tetap dan tenaga kerja borongan. Tenaga kerja tetap adalah karyawan perusahaan yang sudah diangkat menjadi pegawai tetap oleh perusahaan. Sedangkan tenaga kerja borongan adalah tenaga kerja yang direkrut oleh perusahaan untuk membantu pelaksanaan aktivitas perusahaan. Tenaga kerja borongan mempunyai masa kerja terbatas, biasanya dua tahun atau tergantung kebijakan perusahaan. Jika perusahaan masih membutuhkannya, maka dapat dilakukan perpanjangan kontrak. Tenaga kerja tetap memiliki masa kerja tertentu seperti yang tertera pada kesepakatan kerja bersama yang ditandatangani antara pihak perusahaan dengan pekerja saat pekerja tersebut diterima sebagai karyawan di PT Coca Cola Bottling Indonesia Semarang.
PT. CCBI Semarang melakukan kerjasama dengan perusahaan lain untuk menangani tentang sumber daya manusia. Perusahaan-perusahaan yang bekerjasama dengan PT. CCBI Semarang umumnya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang tertentu, antara lain :
1.         PT. GKM (Gelora Karya Makmur)
Kerjasama dibidang penyediaan sarana transportasi sekaligus pengangkutannya darin pabrik ke distributor atau sales centre.
2.         PT. SPM (Swadaya Pratama Mandiri)
            Kerjasama dalam bidang penyediaan sarana transportasi yang ada dalam pabrik, yaitu forklift (truk pengangkat bergarpu). Forklift berfungsi mengangkat botol dari gudang ke proses pencucian botol, mengangkut material seperti gula untuk pembuatan sirup.
PT. CCBI Semarang mengklasifikasikan tenaga kerjanya menjadi tenaga kerja terdidik dan tidak terdidik. Tenaga kerja terdidik yang direkrut oleh perusahaan diutamakan yang belum pernah bekerja dan fresh graduated dengan tujuan untuk mempermudah dalam pembentukan sikap kerja sesuai dengan budaya perusahaan dan memenuhi kriteria seperti memiliki jiwa kepemimpinan, komunikatif, dan memiliki kemampuan dalam bussines development. Untuk tenaga kerja tidak terdidik biasanya ditempatkan pada pekerjaan tertentu, seperti buruh angkut, cleaning service dengan mengutamakan keuletan dan tanggung jawab terhadap pekerjaannya.
Pengembangan karyawan ditetapkan oleh perusahaan dengan mengikutsertakan karyawan yang mempunyai kemampuan berdasarkan prestasi kerja melalui training, seminar, maupun pendidikan lanjutan yang biayanya dibantu oleh perusahaan. Selain karyawan dimotivasi dengan adanya promosi jabatan sehinggan karyawan tetap semangat dalam bekerja, promosi jabatan diperuntukkan bagi semua karyawan sesuai dengan penilaian dan prestasi kerja.
Kesejahteraan karyawan di PT. CCBI sangat diperhatikan. Selain mendapatkan gaji pokok dan tunjangan karyawan atau tunjangan jabatan para karyawan juga mendapatkan beberapa fasilitas, antara lain :
1.    Pemberian pakaian dan kelengkapan kerja untuk keamanan karyawan selama bekerja, seperti topi. Sepatu, kacamata. Masker dan sarung tangan
2.    Biaya Transportasi
3.    Santunan persalinan
4. Jaminan dan tunjangan kesehatan dalam pelayanan poliklinik yang dilengkapi dengan mobil ambulance bagi karyawan
5.   Bantuan bagi karyawan yang mengalami musibah melalui jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek)
6. Pelayanan koperasi “Kendali Harta”yang meliputi simpan pinjam, perkereditan, utang barang, percetakan, outsourching.
7.   Pemberian Reward bagi karyawan yang berprestasi
8.   Fasilitas peribadatan “ Masjid Ar-Rahman ”

PRODUK HASIL OLAHAN DAN SASARAN PEMAKAI

Produk hasil olahan PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA adalah produk minuman diantaranya adalah minuman berkarbonasi dan minuman tidak berkarbonasi. Untuk minuman berkarbonasi diantaranya adalah Sprite, Fanta Strawberry, Fanta Soda Water, dan Coca-Cola. Sedangkan untuk minuman tidak berkarbonasi adalah Frestea Jasmine. Sasaran pemakai untuk produk tersebut adalah langsung dipasarkan ke seluruh wilayah Jawa Tengah.

SISTEM PEMASARAN PRODUK

PT. Coca-Cola Bottling Indonesia memiliki rencana (planning) sebagai tahap awal proses manajemen untuk menjadi perusahaan minuman yang terkemuka di dunia khususnya Indonesia sendiri dan memberikan nilai terbaik bagi pemegang saham dengan menjadi perusahaan terdepan dalam pasar minuman non alkohol secara global dengan meningkatkan pemasaran dan kepercayaan masyarakat terhadap produk Coca-Cola melalui iklan dan promosi serta menjadi sponsor dalam kegiatan masyarakat.
PT. Coca-Cola Bottling Indonesia mengelola (organizing) perusahaannya dengan menerapkan Franchised system atau system waralaba, yaitu kerja sama yang saling menguntungkan antara dua perusahaan (dalam hal ini CCBI Indonesia bekerja sama dengan The Coca-Cola Company), yang sama sekali terpisah modal kepemilikan dan manajemennya. System dagang yang sama berlaku untuk usaha Coca-Cola di seluruh dunia yang meliputi hampir 200 negara dengan tingkat konsumsi  sebesar 900 juta porsi minuman setiap hari.

 

MAYDIA TIKNA PUJI RAHAYU Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea