PT. COCA-COLA BOTLLING INDONESIA
KOMODITAS
PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA
PT. Coca Cola Bottling
Indonesia Central Java memproduksi dua jenis minuman yaitu :
a.
Minuman CSD (Berkarbonasi)
Minuman
CSD meliputi : Coca Cola , Fanta Strawberry, Fanta Soda Water dan Sprite
b.
Minuman Non Karbonasi
Minuman non karbonasi yang diproduksi oleh PT. CCBI Central Java yaitu Frestea
Jasmine.
PENANGANAN QC PT. COCA COLA
BOTTLING INDONESIA
Dalam
mengantisipasi adanya penyimpangan dalam bahan baku, proses pengolahan maupun
produk akhir, PT.CCBI Central Java mempunyai sistem pengendalian dan pengawasan
kualitas yang disebut The Coca Cola Quality Sistem (TCCQS) yaitu pengendalian
manajement yang memungkinkan perusahaan untuk memperkirakan dan mengendalikan
hasil akhir proses. TCCQS dikeluarkan oleh The Coca Cola Company, Atlanta, dan
ditangani oleh Departemen Quality Control dan Quality Management System.
Quality
Control menangani pengendalian bahan baku, pengendalian mutu proses,
pengendalian mutu produk akhir yang mengacu pada standar mutu yang digunakan
oleh PT. Coca Cola Botting Indonesia. Teknik pemantauan terhadap pengendalian
mutu produk Coca Cola meliputi :
a. Pemantauan
Microbiologi
Teknik ini bertujuan untuk
pementauan jumlah microba yang ada, bukan mengidentifikasi jenis microba
tersebut pada beverage. Mikroba yang digunakan sebagai dasar pemantauan adalah
bakteri, total Coliform, mold, dan yeast. Bakteri biasanya berkembang biak
dalam air dan dapat
menganggu kesehatan tubuh manusia sehingga harus dipastikan bahwa bakteri ini
tidak ada dalam air olahan. Mold dan Yeast berkembang biak dengan baik pada
media yang mengandung gula. Selain beverage, dilakukan juga pemantauan
mikrobiologi udara diruang proses produksi.
b. Pemantauan
Fisika
Dilakukan untuk mengetahui kondisi
fisik bahan dan produk. Pemeriksaan ini antara lain logo botol, ukuran botol,
crown, bau,warna, rasa, pH, turbidity, dan lain-lain.
c. Pemantauan
Kimia
Teknik ini bertujuan untuk
mengetahui apakah bahan dan produk setelah dianalisa secara kimia hasilnya
telah memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pemeriksaan ini antara lain
berupa pemeriksaan total chlorine, alkalinitas, hardness, TDS, logam berat,dan
lain-lain.
PENANGANAN
LIMBAH PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA
Pengolahan limbah cair PT. CCBI Central Java
dilakukan secara kimia, biologi, dan fisika agar tidak membahayakan lingkungan.
Hasil pengolahan ini digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Dan sisanya
dibuang ke selokan, tentunya sudah dalam keadaan aman dan tidak mencemari.
Kegiatan Cleaning dan Small Repair di Unit Pengolahan Air Limbah dilakukan
sesuai dengan schedule maintenance
equipment WWTP .
Setiap pengolahan limbah, terdapat pengendalian dan
pencegahan terhadap risiko terjepit, terjatuh, kebisingan, kontak dengan bahan
kimia, dan lain-lain. Sesuai dengan prosedur identifikasi Risiko dan bahaya K3
PT. CCBI Central Java.
Selama pengolahan terdapat pengendalian dan
pencegahan terhadap dampak lingkungan yang ada pada tahapan proses, seperti
ceceran bahan kimia, penampungan sisa analisa, pembuangan effluent, penggunaan
sumber daya dll. Sesuai dengan prosedur identifikasi aspek dan impak PT.CCBI
Central Java.
1.
Pemeriksaan
dan Pengujian selama Pengolahan Air Limbah
Analisa lengkap dari influent efluent dilakukan setiap
bulan oleh instansi luar sesuai dengan peraturan perundangan dan persyaratan
lain.
2. Sumber
Limbah
PT. CCBI hanya memproduksi minuman non alcohol.
Bahan bakunya adalah air, konsentrat, gula, CO2 dan material pembantu.
Limbahnya dapat dikelompokkan menjadi :
a. Berdasarkan
proses
· Proses
pencucian botol
· Proses
pengisian (filling)
· Proses
Syrup Making
· Proses
Pengolahan Air ( Water Treatment )
· Proses
Sanitasi
· Utility
dan Canteen
· Kegiatan
MR Teknik
b. Berdasarkan
Asal Limbah dapat dikelompokkan
Menjadi :
· Limbah
dari bahan baku
· Limbah
dari bahan produk setengah jadi
· Limbah
dari bahan produk jadi yang terbuang dalam proses
· Minuman
yang tersisa dalam botol yang dicuci
· Air
buangan dari mesin cuci
· Sisa
oli dan grease yang tercecer
3. Pengoprasian
Limbah Cair
a.
Pengolahan
secara Kimia dan Fisika
·
Screening
Air limbah dari pabrik dialirkan ke Collector Tank yang
dilewatkan screen dijalankan secara kontinyu, yang berguna memisahkan material
solid yang lebih besar dari 3 mm particle size. Influent masih banyak bercampur
dengan benda – benda asing (sedotan, plastik, oli, crown, kayu, lumpur, dll )
yang dapat mengganggu kerja peralatan secara visual.
·
Collector
Tank
Proses awalnya adalah perubahan sifat fisik dari cemaran
air limbah yang akan diolah lebih lanjut dengan cara pemisahan padatan
tersuspensi menggunakan saringan atau pemisahan dengan pengendapan dan
pengapungan, sehingga tanpa mengubah susunan kimia dari influent.
·
Oil
Separator
Berguna untuk memisahkan oli yang terbawa oleh air limbah
yang berasal dari pabrik ( minyak, lemak, grease, komponen cair jenis minyak).
Sampai dengan tahap ini, beban polutan influent secara fisik sudah mulai
berkurang sehingga beban pada proses berukutnya lebih optimal.
·
Bak
Equalisasi
Berfungsi untuk menyamakan kualitas air limbah sehingga
tidak mempunyai fluktuasi kualitas yang besar dan memudahkan pengolahan pada
proses selanjutnya.
Karakteristik limbah secara kimia lebih kompleks
sifatnya, kemungkinan fluktuasi beban lebih dominan dan bahkan dapat menghambat
proses dalam sistem ICEAS ini. Maka dalam proses equalisasi dapat berfungsi
untuk mereduksi serta menyamakan sifat kimia dari influent yang diproses.
b.
Pengolahan
Secara Biologi dan Fisika
· ICEAS
Tank A atau B ( Degradasi Polutan )
Proses degradasi polutan secara biologis berfungsi untuk menghilangkan zat
padat koloid yang tidak dapat mengendap. Serta untuk menstabilkan kandungan
cemaran organic oleh aktifitas mikroba air. Proses pemecahan zat organic
dilakukan oleh organisme fakultatif.
Proses
degradasi zat organic terjadi saat senyawa-senyawa fakultatif terbentuk dan
bereaksi dengan oksigen menggunakan blower.
Masuknya air buangan ke dalam tangki ICEAS disertai
pengadukan massa lumpur agar agar tersebar dan bercampur rata dengan air
buangan. Selama pencampuran, terjadi penyerapan partikel-partikel tersuspensi
dan senyawa koloid oleh permukaan massa lumpur aktif yang lebih luas dan
penyerapan kadar polutan lebih efektif. Karena proses ini meggunakan Extended
Aeration System, maka kelebihan terbentuknya sludge dapat diperkecil dengan
menentukan waktu tinggal atau retains cycle , aeration 2 jam, setting 1 jam,
decant phase 1 jam, atau disesuaikan dengan kondisi yang dikehendaki menurut
sludge volume yang terbentuk.
Pada
Cycle setting dan Decant phase, fungsi aerator berhenti secara otomatis. Pada tahap ini
sludge mengendap dan air yang jernih terpisah keluar melalui decanter.
· Bak
Effluent
Pada
Cycle Decant phase di ICEAS Tank air jernih akan mengalir overflow melalui
decanter dan menuju bak effluent dengan kuantitas air yang sesuai dengan baku
mutu air effluent. Kemudian dilakukan
uji kualitas oleh Eksternal lab setiap bulan. Dua buah water meter dipasang
untuk mengetahui jumlah air yang telah diolah dan akan dibuang ke saluran
pembuangan tanpa membahayakan lingkungan
sekitar. Sebagian air digunakan untuk indicator, dan sebagian lagi untuk diproses
lanjut untuk dimanfaatka lagi (Reuse water).
· Clarifier
Tank
Yaitu
penampung air effluent yang akan dimanfaatkan kembali. Pada tahap ini, air dari
bak effluent dipompa ke Clarifier Tank . diinjeksi larutan Chlorine 5 % dan
dilakukan di inlet Clarifier Tank dengan tujuan untuk mengurangi jumlah
mikroba. Dan melarutkan warna air effluent (berasal dari sisa tannin teh) agar
lebih jernih.
· Buffer
dan Carbon Purifier Tank
Air
dari Clarifier Tank di supply ke Buffer Tank, kemudian dipompa ke Carbon
Purifier Tank ( berfungsi untuk menghilangkan Chlorine, bau asing dan padatan
terlarut)
Dari
outlet Carbon Purifier air disupply untuk memenuhi keperluah Cleaning Bottling
Room dan dilewatkan Sand Filter untuk memenuhi General utility.
· Sand
Gravitasi
Air
Effluent dari bak Effluent dialirkan melalui 2 buah water meter ke bak Sand Gravitasi yang berguna untuk
menyaring padatan terlarut yang masih terikut selama proses dekantasi sehingga
air effluent yang dibuang menjadi lebih jernih sesuai baku mutu yang ditetapkan.
HRD dan
STANDAR PEGAWAI PERUSAHAAN PT.COCA-COLA
BOTTLING INDONESIA
Human Resources
Manager
1) Bertanggung jawab terhadap penyediaan tenaga
kerja yang meliputi penerimaan, penempatan, pemberhentian pegawai, pengembangan
dan kesejahteraan pegawai sesuai dengan kebijakan perusahaan
2) Bertanggung jawab mengenai masalah kepegawaian
(recruitment, industrial relation, payroll gaji).
3) Menjaga hubungan baik dengan masyarakat
sekitar, lembaga-lembaga dan instansi pemerintah.
PT.
CCBI Semarang mempekerjakan tenaga kerja tetap dan tenaga
kerja borongan. Tenaga kerja tetap adalah karyawan perusahaan yang sudah
diangkat menjadi pegawai tetap oleh perusahaan. Sedangkan tenaga kerja borongan
adalah tenaga kerja yang direkrut oleh perusahaan untuk membantu pelaksanaan
aktivitas perusahaan. Tenaga kerja borongan mempunyai masa kerja terbatas,
biasanya dua tahun atau tergantung kebijakan perusahaan. Jika perusahaan masih
membutuhkannya, maka dapat dilakukan perpanjangan kontrak. Tenaga kerja tetap
memiliki masa kerja tertentu seperti yang tertera pada kesepakatan kerja
bersama yang ditandatangani antara pihak perusahaan dengan pekerja saat pekerja
tersebut diterima sebagai karyawan di PT Coca Cola Bottling Indonesia Semarang.
PT.
CCBI Semarang melakukan kerjasama dengan perusahaan lain
untuk menangani tentang sumber daya manusia. Perusahaan-perusahaan yang
bekerjasama dengan PT. CCBI Semarang umumnya adalah perusahaan yang bergerak
dalam bidang tertentu, antara lain :
1.
PT. GKM (Gelora Karya Makmur)
Kerjasama dibidang penyediaan sarana
transportasi sekaligus pengangkutannya darin pabrik ke distributor atau sales centre.
2.
PT.
SPM (Swadaya Pratama Mandiri)
Kerjasama dalam bidang penyediaan sarana transportasi
yang ada dalam pabrik, yaitu forklift (truk pengangkat bergarpu). Forklift
berfungsi mengangkat botol dari gudang ke proses pencucian botol, mengangkut
material seperti gula untuk pembuatan sirup.
PT.
CCBI Semarang mengklasifikasikan tenaga kerjanya menjadi
tenaga kerja terdidik dan tidak terdidik. Tenaga kerja terdidik yang direkrut
oleh perusahaan diutamakan yang belum pernah bekerja dan fresh graduated dengan
tujuan untuk mempermudah dalam pembentukan sikap kerja sesuai dengan budaya
perusahaan dan memenuhi kriteria seperti memiliki jiwa kepemimpinan,
komunikatif, dan memiliki kemampuan dalam bussines development. Untuk tenaga
kerja tidak terdidik biasanya ditempatkan pada pekerjaan tertentu, seperti
buruh angkut, cleaning service dengan mengutamakan keuletan dan tanggung jawab
terhadap pekerjaannya.
Pengembangan karyawan
ditetapkan oleh perusahaan dengan mengikutsertakan karyawan yang mempunyai
kemampuan berdasarkan prestasi kerja melalui training, seminar, maupun
pendidikan lanjutan yang biayanya dibantu oleh perusahaan. Selain karyawan
dimotivasi dengan adanya promosi jabatan sehinggan karyawan tetap semangat
dalam bekerja, promosi jabatan diperuntukkan bagi semua karyawan sesuai dengan
penilaian dan prestasi kerja.
Kesejahteraan
karyawan di PT. CCBI sangat diperhatikan. Selain mendapatkan gaji pokok dan
tunjangan karyawan atau tunjangan jabatan para karyawan juga mendapatkan
beberapa fasilitas, antara lain :
1. Pemberian
pakaian dan kelengkapan kerja untuk keamanan karyawan selama bekerja, seperti
topi. Sepatu, kacamata. Masker dan sarung tangan
2. Biaya
Transportasi
3. Santunan persalinan
4. Jaminan dan tunjangan kesehatan dalam
pelayanan poliklinik yang dilengkapi dengan mobil ambulance bagi karyawan
5. Bantuan bagi karyawan yang mengalami musibah
melalui jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek)
6. Pelayanan koperasi “Kendali Harta”yang
meliputi simpan pinjam, perkereditan, utang barang, percetakan, outsourching.
7. Pemberian Reward bagi karyawan yang
berprestasi
8. Fasilitas peribadatan “ Masjid Ar-Rahman ”
PRODUK
HASIL OLAHAN DAN SASARAN PEMAKAI
Produk
hasil olahan PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA adalah produk minuman diantaranya
adalah minuman berkarbonasi dan minuman tidak berkarbonasi. Untuk minuman
berkarbonasi diantaranya adalah Sprite, Fanta Strawberry, Fanta Soda Water, dan
Coca-Cola. Sedangkan untuk minuman tidak berkarbonasi adalah Frestea Jasmine.
Sasaran pemakai untuk produk tersebut adalah langsung dipasarkan ke seluruh
wilayah Jawa Tengah.
SISTEM
PEMASARAN PRODUK
PT.
Coca-Cola Bottling Indonesia memiliki rencana (planning) sebagai tahap awal
proses manajemen untuk menjadi perusahaan minuman yang terkemuka di dunia
khususnya Indonesia sendiri dan memberikan nilai terbaik bagi pemegang saham
dengan menjadi perusahaan terdepan dalam pasar minuman non alkohol secara
global dengan meningkatkan pemasaran dan kepercayaan masyarakat terhadap produk
Coca-Cola melalui iklan dan promosi serta menjadi sponsor dalam kegiatan
masyarakat.
PT.
Coca-Cola Bottling Indonesia mengelola (organizing) perusahaannya dengan
menerapkan Franchised system atau system waralaba, yaitu kerja sama yang saling
menguntungkan antara dua perusahaan (dalam hal ini CCBI Indonesia bekerja sama
dengan The Coca-Cola Company), yang sama sekali terpisah modal kepemilikan dan
manajemennya. System dagang yang sama berlaku untuk usaha Coca-Cola di seluruh
dunia yang meliputi hampir 200 negara dengan tingkat konsumsi sebesar 900 juta porsi minuman setiap hari.
0 komentar:
Posting Komentar